Hamsah (2013) menyatakan bahwa berat duodenum ayam umur 35 hari adalah 4 gram. Usman (2010) menyatakan bahwa perbedaan panjang dan berat duodenumdisebabkan karena perbedaan umur maupun jenis unggas, akibatnya terjadi penyerapan nutrien yang berlebih sehingga perfoma ayam meningkat dan diiringi produksi yang meningkat, akan tetapi ketika terlalu
(S klan dan Halevy, 2003). Umur induk ayam berkolerasi positif terhadap berat telur yang dihasilkan. Umur yang semakin bertambah mengakibatkan bobot telur akan semakin bertambah berat (S uprijatna et al., 2008). Menurut Vargas et al., (2009 ) telur yang dihasilkan oleh induk berumur tua akan menghasilkan anak ayam dengan bobot tetas yang lebih
Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji perubahan mikroklimatik amonia dan kondisi litter kandang ayam broiler periode starter (umur 0 sampai 14 hari) akibat ukuran panjang kandang berbeda. Dua unit kandang ayam broiler closed house digunakan dalam penelitian ini dengan kapasitas 11.000 ekor dan 22.000 ekor. Perlakuan dari penelitian ini adalah Dengan asumsi pertumbuhan normal dan pemberian pakan yang baik, maka ukuran berat ayam broiler bisa mencapai 177-188 gram pada 7 hari ke depan atau saat DOC berusia seminggu. Berikut tabel standar bobot ayam ras negeri per hari untuk pedaging usia 1-7 hari: Sementara itu Robbins g protein setiap 1 g kenaikan berat badan, sedangkan dan Ballew (1984) mendapatkan bahwa kebutuhan en- protein untuk hidup pokok diperoleh 7,8 g/ekor/hari. ergi untuk hidup pokok pada ayam broiler umur 8-22 Hasil penelitian ini lebih tinggi dari yang didapat oleh hari adalah 152 K.kal ME/W0,75/hari, sedangkan un- Scott etpemeliharaan, brooder untuk ayam umur 0 – 7 hari, sekat kandang untuk ayam umur 8 – 22 hari, kandang battery untuk ayam umur 23 – 42 hari, tempat pakan, tempat minum, timbangan untuk menimbang pakan dan bobot badan ayam serta peralatan lainnya. Tabel 2. Formulasi Ransum Penelitian Bahan Pakan Komposisi T0 T1 T2 T3 T4 T5 T6 T7
3rvXF.